Barisan Kata Tentang Rasa #2

Halo, jej tersayang.

Maksudnya, jej yang ik sayang tapi bukan kebalikannya.Apa kabar?

Hari ini jej banyak bercerita, ya? Hati ik jadi damai saat mendengar suara lembut tapi tegas jej, dan langsung terserang tremor saat nama ik disebutnya. Apa-apaan tubuh ini? Lemah seperti lansia hipotermia: jantung melompat-lompat, asam lambung melonjak naik, dan lambung kembang kempis minta terus diisi. Kalau yang terakhir sebetulnya memang sifat asli.

Tapi mustahil, untuk bertingkah biasa saja,

Untuk tujuhratus dua puluh hari tidak bertemu jej yang sudah berumur tigapuluh enam lebih tujuh bulan lima hari, itu mustahil.

Duduk berseberang-seberangan sudah lebih dari cukup, sama istimewanya dengan bersalaman plus cipika-cipiki sama Bapak Presiden. Kemudian harus tukar kata-kalimat dengan jej, bukankah itu berlebihan? Bukankah itu sangat berlebihan untuk menganggap basa-basi (basi) sebagai bentuk suatu perhatian menyiratkan arti lebih?—tentu yang terakhir agak dibuat-buat dan dilebih-lebihkan, hiperbola; dua kalimat sebelumnya memang semua hiperbola. Ik tidak buta mata dan buta pengetahuan, tidak tuli telinga dan tuli logika, serta tidak cacat fisik dan cacat mental. Maka basa-basi (basi) jej tidak berada di luar garis batas normal seseorang bercakap-cakap. Terlebih saat jej hanya menganggap ik seorang anak bawang (yang memang betul) dan seseorang yang harus diselamatkan terakhir kala air bah menyerang rumah jej, walau semua juga tahu kalau ik tidak mampu berenang.

Tapi sungguh, tatapan mata—yang terhalang kaca lensa bingkai hitam dan yang tak berbingkai—dan cakap-cakap singkat mengenai hal yang tidak ada di rencana memberi kembali sedikit warna di kehidupan monokrom ik. Terima kasih, setidaknya untuk hinaan (dengan kasih sayang?) yang ik lontarkan mengenai berat badan. Asal tidak tulus, ik masih bisa melemparkan tawa. Tuluspun ik masih senang karena diajak bicara.

Sekiranya kalau jej membaca ini, ik harap jej tahu kalau ik ingin terus bicara dengan jej mengenai apa saja dan siapa saja, di mana saja, lalu kapan saja.

Dari perempuan yang belum disebut wanita.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s