Tinta Kisah Tragis Persahabatan Soekarno dan Kartosoewirjo

Saya pernah diberitahukan mengenai kisah ini oleh guru saya; dan tentu saya berurai air mata. Mengetahui hidup-mati seseorang ada di tangan saja sudah membuat gundah, terlebih lagi itu sahabat tercinta?

TINTA SOEKARNO

kisah-tragis-persahabatan-soekarno-dan-kartosoewirjo-QcQTinta Soekarno — Dua anak muda yang bersahabat sejak kecil kelak menjadi seteru paling hebat. Soekarno dan Sekar Maridjan Kartosoewirjo.

Jika panggung sejarah hanya berisi dua tokoh: Bung Karno dan Kartosoewirjo, maka yang terjadi adalah sebuah drama tragedi kehidupan yang sangat dramatis. Bahkan, hampir bisa dipastikan, jauh lebih mencekam dibanding lakon “Lawan Catur”, sebuah naskah drama karya Kenneth Arthur (Kenneth Sawyer Goodman) yang diterjemahkan dengan apik oleh almarhum Rendra.

SOEKARNO dan Kartosoewirjo merupakan sahabat karib yang sama-sama berjuang melawan penjajah asing menuju Indonesia merdeka. Mereka sama-sama berguru kepada Hadji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto, dan membaca kitab-kitab marxisme.

Hubungan persahabatan mereka sudah terjalin sejak tahun 1918. Sejauh mana keakraban keduanya? Pengagum Soekarno, Roso Daras memotret keakraban tersebut dalam bentuk percakapan, hingga membuat suasana hubungan mereka terasa hangat.

Kisah itu bermula dari pesan Tjokroaminoto yang menyatakan, “Jika kalian ingin menjadi pemimpin besar, menulislah seperti wartawan, dan bicaralah seperti orator”. Pesan itu sangat…

View original post 940 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s