di Malam Habis dari Makammu

Di malam habis dari makammu,
Hujan
Begitu deras begitu halus
Mematikan sunyi yang menggalakkan rindu
Katanya aku yang sepi ini telah mati rasa
Sebab semua yang kuberi rasa telah mati pertama

Sayang, di malam habis dari makammu,
Aku merenung
Bagaimana tiada mungkin lagi
Jari-jari kita terjalin
Bibir kita berbisik
Dan mata kita bertatap

Rupamu tak pernah kurekam
Suaramu tak pernah terdengar

Tentang kita tak pernah tersiar

Kenangan tentangmu melompong
Hanya buku yang jadi perantara

Tapi, sayang,
Di makammu aku menangis
Bila bukan cinta lalu ini apa,
Seonggok tahi yang mau mengorek luka?

Sayang, sayang,
Matiku nanti untuk jumpa kau.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s