The Union—Part 1

“Colonel Yuri Gagarin, please head to the main office immediately. We repeat, Colonel Yuri Gagarin…”

            The woman’s voice that echoed throughout the headquarter had always been an annoyance, at least for me. It was no more than because my name was the one thing to never be mentioned. My rank maybe was the same as Yura’s, but we were not the same after all.

Continue reading

Jangan Lama-Lama

Selamat jalan, Sayang,

Jumpa kita yang barang sepotong

Akan kembali terpotong

Oleh matamu yang menyaksikan matari

Di ufuk kiri Australi,

Juga kulitmu yang tersengat api.

 

Di langit Queensland,

Apa ada wajahku?

Terkenangkah kamu?

 

Jangan berlalu lama, Sayang,

Bahwasanya aku tak kuasa menunggu

Segeralah kembali,

Agar kelak kita dapat memadu cinta

Yang telah lama kutunggu.

 

 

 

Cerita Calon Arang: Camilan Tepat untuk Calon Penikmat Sastra

          Di kelas, saya sering dipandang sebagai ‘calon sastrawan’. Padahal saya lebih ingin dilihat sebagai seniman, sebagai pelukis. Tapi hobi saya yang itu tak begitu baik rupanya, sehingga yang dipandang terus adalah tulisan-tulisan saya (yang juga sebenarnya tak begitu baik). Lalu suatu hari ada kawan saya datang menghampiri minta diberi saran bacaan bagus, berbobot sastra. “Kan kita anak bahasa,” kata dia begitu. Tapi dia minta, supaya tak berat-berat dahulu. Jangan langsung disodori bahasa plitat-plitut, bisa gila dia, katanya. Lama saya pikirkan apa yang cocok buat ia: bacaan ringan yang menghibur, tapi tetap sarat akan makna estetis sastra murni (bukan abal!). Lalu tiga hari lalu, saya pinjam buku di perpustakaan—Cerita Calon Arang judulnya. Continue reading